News

Sistem Baru di Kantor Imigrasi (SPPRI)

Direktorat Jendra Imigrasi mulai senin, 28 Juli 2008 mulai memberlakukan Sistem Penerbitan Passpor Republik Indonesia (SPPRI). Sistem tersebut menyempurnakan model lama, yaitu Sistem Photo Terpadu Berbasis Biomatrik (SPTBB) yang acap kali menjadi biang keluhan pengurusan passpor. Mulai sistem yang standar hingga mudahnya melakukan pemalsuan passpor, meskipun demikian pelayanan passport tetap memakan waktu 4 (empat) hari kerja.

Dengan menggunakan SPPRI seluruh kantor imigrasi mempunyai standar pelayanan yang seragam. Mulai dari

1.Antrean

2. Penerimaan berkas

3. Entry data

4. Pemeriksaan Berkas

5. Cek Cekal

6. Pembayaran

7. Photo

8. Verifikasi Biometrik

9. Cetak Passpor

Semua hal tersebut di atas akan di kerjakan secara berurut. selama ini dengan sistem lama, pelayanan passpor tidak bisa urut, Setelah photo baru bisa dilakukan wawancara. Pelayanan juga amat bergantung denagn inovasi kantor imigrasi setempat. Apabila kantor yang dimaksud miskin kreatifitas tentu saja pelayanan passport dikeluhkan seperti yang selama ini terjadi.

Kasubbag Humas Dirjen Imigrasi Agato mengungkapkan melalui model SPPRI pemohon passpor harus bersabar sesuai dengan nomer urut antrean. demikian juga pegawan imigrasi juga tidak bisa bermain-main, misalkan saja mendahulukan berkas kenalan dekatnya atau kenalan pejabat setempat, sebab jika berkas tidak sesuai dengan nomer antrean maka sistem tidak akan berjalan. Jadi sejak adanya sistem SPPRI ini tidak ada lagi diskresi-diskresi dan Calo juga akan kesulitan di dalam bermain karena semua harus disesuaikan dengan nomer urut antrean berkas tadi serta akan memangkas birokrasi.

Yang lebih penting lagi dengan menggunakan sistim SPPRI ini “ Verifikasi data pemohon lebih detail. Selain pengecekan data teks dan sidik jari”, sistem baru tersebut juga menggunakan sidik wajah, langkah ini makin mempersulit duplikasi passpor.  Sayangnya penerapan sistem baru tersebut tidak mempercepat proses pengurusan passpor, artinya Proses Pembuatan Passpor Masih 4 Hari Kerja.

Untuk menerapkan sistim SPPRI itu, Dirjen Imigrasi memang menganggarkan dana sangat besar. Pengadaan sistem baru itu sampai memakan dana Rp 107 milyar, namun semua dana yang didapat dari penerbitan passpor akan masuk ke negara dalam bentuk “PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK” (PNBP). Sebelumnya dengan sistem lama imigrasi menggandeng pihal swasta dan paling tidak setiap 1 passport Rp 55.000 ribu masuk ke swasta.

Dirjen Imigrasi mengungkapkan bahwa belum semua kantor imigrasi bisa menerapkan sistem baru ini. Kali pertama akan digunakan di kantor imigrasi tingkat provinsi. Harapannya sampai awal semtember 2008, 108 kantor imigrasi di Indonesia akan memakai sistim SPPRI ini. Bagi kantor daerah yang belum menerapkan sistem baru ini, maka kantor tersebut akan memberikan surat rekomendasi agar pemohon yang bersangkutan mengurus passport di kantror yang telah memiliki SPPRI.

Sumber : Riau Pos, Rabu 20 JUL 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: